Jumat, 14 November 2014

Ketika Hujan di IISIP

Ribuan rintik saling berlomba membasahi pertiwi

Inilah hujan
Dimana aku mengumpatnya
Dimana aku merindukan aromanya

Mungkin angin tak sengaja                menabrakan dirinya dengan awan
Hingga lukanya membentuk hujan

Aku mengerti artinya hujan sore hari
Surga itu berasal dari bibirmu
Surga itu berawal dari mengenalmu
Desau angin bersama cumbuan hujan seperti pelukanmu                   

Mungkinkah hujan membawa risalah hati ini?

2 komentar:

  1. wah pantes aja namanya "kampus tercinta" mahasiswinya puitis gini...pasti banyak cerita cinta deh di iisip. :)

    BalasHapus
  2. Wah iiya dong kaka, sampe gak kelar2 itu kisah cinta haha. Nanti aja kita mah semester 7 aja yaaaaa

    BalasHapus